Penerapan Sistem Informasi di Suatu Bidang Tertentu
Nama : Ilham Bayu Prinanda
NIM :16101622
kelas : N
ARTIKEL TENTANG PENERAPAN SISTEM INFORMASI DI SUATU BIDANG
TERTENTU
1 .Tujuan dari penerapan Sistem Informasi (SI) dalam bidang
Manajemen
Sistem
informasi manajemen (SIM) adalah bagian dari pengendalian internal suatu bisnis
yang meliputi pemanfaatan manusia,dokumen, teknologi, dan prosedur oleh
akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk,
layanan, atau suatu strategi bisnis. Sistem informasi manajemen dibedakan
dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem
informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara
akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode
manajemen informasi yang bertalian dengan otomasi atau dukungan terhadap
pengambilan keputusan manusia, misalnya sistem pendukung keputusan, sistem
pakar, dan sistem informasi eksekutif.
Tujuan dari Sistem Informasi Manajemen (SIM):
a.
Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan
harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
b.
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan,
pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
c.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna
lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui
bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu
mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi
kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap
manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).
SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan
manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan
pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.
Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam
keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai
keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan
diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.
Secara teoritis komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM,
namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan
pemrosesan komputer. Prinsip utama perancangan SIM : SIM harus dijalin secara
teliti agar mampu melayani tugas utama.
Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan
informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional
perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan
output dari berbagai simulasi model matematika
2. Bentuk Data Yang Diolah Sistem Informasi Manajemen
A.
Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya1. Data Primer Data primer adalah secara
langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun
organisasi.Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti
preferensi konsumen bioskop.2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang
didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data
yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau
metode baik secara komersial maupun non komersial.Contohnya adalah pada
peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau
majalah.
B.
Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data1. Data Internal Data internal adalah
data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara
internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.2. Data
Eksternal Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi
yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu
produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan
lain sebagainya.
C.
Klasifikasi Dara Berdasarkan Jenis Datanya1. Data Kuantitatif Data kuantitatif
adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka. Misalnya adalah jumlah
pembeli saat hari raya idul adha, tinggi badan siswa kelas 3 ips 2, dan
lain-lain.2. Data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam
bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen
terhadap botol air minum dalam kemasan, anggapan para ahli terhadap psikopat
dan lain-lain.
D.
Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data1. Data Diskrit Data diskrit adalah
data yang nilainya adalah bilangan asli. Contohnya adalah berat badan ibu-ibu
pkk sumber ayu, nilai rupiah dari waktu ke waktu, dan lain-sebagainya.2. Data
Kontinyu Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval
tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya
penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kirakira, dan sebagainya. Dinas
pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton.
E.
Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya
1.
Data Cross Section Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu
tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT.
angin ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.
2.
Data Time Series / Berkala Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan
sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time
series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa
dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor
azahari dari bulan ke bulan, dll.
3.Bagaimana Proses Pengolhan Sistem Informasi
ManajemenSalah
satu perangkat yang paling penting dari sistem informasi adalah manusia sebagai
pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan
pengelolanya sangat erat.
Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan
pengelolanya.Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur
manajemen. Oleh karena itu bentuk atau jenis sistem informasi yang diperlukan
sesuai dengan level manajemennya.
•
Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan
keputusan.
•
Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
•
Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi dan pengambilan
keputusan.
•
Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.
Kemudian pada perkembangannya, dengan semakin besarnya lingkup sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan kembali personel dengan baik terutama pada struktur manajemen organisasi personil.
Kemudian pada perkembangannya, dengan semakin besarnya lingkup sebuah sistem informasi memerlukan adanya penataan kembali personel dengan baik terutama pada struktur manajemen organisasi personil.
.Manajemen
sumber daya manusia perlu dilakukan dengan benar agar sistem informasi dapat
berjalan dengan baik. Hal itu dilakukan untuk mengurangi terjadinya kesalahan-kesalahan
yang bersifat manusiawi yang dapat mengurangi mutu informasi yang dihasilkan
sebuah sistem.
Gordon
B. Davis memberikan contoh kesalahan-kesalahan tersebut seperti misalnya :
•
Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat.
• Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan
yang benar.
• Kehilangan data atau data tidak terolah.
• Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah.
• Salah dalam menggunakan dokumen induk/file
induk.
• Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
• Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.
4.Informasi Yang Dihasilkan Sistem Informasi Manajemen
Sistim Informasi Manajemen kini tidak lagi berkembang dalam
bidang usaha saja, tapi sudah digunakan dalam berbagai bidang, dari mulai
pendidikan, kedokteran, indistri, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa
Informasi yang akurat dan cepat dibutuhkan di berbagai bidang.
Ada
banyak teknologi yang mendukung SIM baik secara online atau offline. Tapi dasar
dari aplikasi yang digunakan pada Sistiem Informasi Manajemen adalah aplikasi
databese. sistem ini harus mampu mengolah data yang dikumpulkan pada database
menjadi sebuah produk informasi yang dibutuhkan penggunanya. Sistim ini juga
harus bisa membagi informasi yang diproduksinya menjadi beberapa tingkatan,
sehingga setiap tingkatan hanya mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
Masing-masing tahap dalam proses tersebut pasti memerlukan berbagai jenis
informasi dalam pelaksanaannya :
Penentuan Tujuan dan Sasaran
Dapat dinyatakan secara aksiomatis bahwa suatu organisasi dibentuk dan dikelola untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam rangka penentuan juga pencapaian tujuan tersebut maka dibutuhkan informasi-informasi yang dapat memberikan gambaran kasar atau global tentang kecenderungan-kecenderungan yang mungkin terjadi, baik secara internal organisasi itu sendiri maupun pada lingkungan di mana organisasi bergerak. Informasi-informasi yang dibutuhkan tersebut secara eksternal dapat mencakup bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial budaya, serta arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara internal informasi yang diperlukan adalah tentang produk yang akan dihasilkan dikaitkan dengan kemampuan organisasi dalam penyediaan dan penguasaan berbagai sarana, prasarana, dana dan sumber daya manusia.
Perumusan Strategi
Keseluruhan upaya pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi memerlukan strategi yang mantap dan jelas. Salah sat instrumen ilmiah yanng umum digunakan dalam penentuan strategi organisasi ialah analisis SWOT, yaitu Strengths (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman). Agar analisis SWOT benar-benar ampuh sebagai instrumen pembantu dalam penentuan dan pelaksanaan strategi organisasi, diperlukan informasi menngenai kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang mungkin dihadapi oleh organisasi tersebut.
Perencanaan
Strategi yang telah dirumuskan dan ditetapkan memerlukan penjabaran melalui penelenggaraan fungsi perencanaan. Karena perencanaan merupakan salah satu hal yang penting dalam organisasi, perlu diketahui secepat mungkin berbagai resiko dan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kegagalan pelaksanaan tujuan dan strategi organisasi. Informasi-informasi yang dibutuhkan dalam proses perencanaan adalah 5 W 1 H, yaitu what(apa), when(kapan), where(di mana), who(siapa), why(mengapa), dan how(bagaimana).
Penyusunan Program Kerja
Penyusunan program kerja merupakan rincian sistematis dari rencana kerja jangka waktu menengah. Keenam pertanyaan di atas harus terjawab dalam penyusunan program kerja dimana ia harus bersifat kuantitatif, menyatakan secara jela dan konkrit hasil yang diharapkan, standar kinerja jelas, mutu hasil pekerjaan ditetapkan secara pasti, dan program kerja disusun sedemikian rincinya sehingga dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan operasional.
Pengorganisasian
Organisasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang terikat secara formal dan hierarkis serta bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi dapat menjadi wadah dimana sekelompok orang bergabung dan menempati wilayah-wilayah tertentu untuk melakukan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Organisasi dapat pula menjadi tempat berinteraksi antar anggota organisasi tersebut maupun dengan anggota organisasi lainnya.
Tolok
ukur keberhasilan suatu organisasi tidak dilihat secara inkremental dari apa
yang dicapai oleh masing-masing satuan kerja melainkan dari sudut pandang yang
bersifat holistik dalam arti keberhasilan organisasi secara
keseluruhan.Penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawab fungsional satuan
kerja tertentu memerlukan interaksi, interdependensi dan interrelasi dengan
semua satuan kerja lainnya. Dan tentunya proses seperti ini memerlukan suatu
sistem informasi yang baik.
Penggerakan SDM
Penggerakan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan fungsi yang teramat penting dalam manajemen sekaligus paling sulit.Penggerakan SDM yang tepat dan efektif memerlukan informasi yang handal. Misalnya, informasi tentang klasifikasi jabatan, informasi tentang uraian dan analisis pekerjaan,informasi tentang standar mutu yang diterapkan dalam manajemen, dan berbagai informasi lainnya yang memungkinkan satuan kerja yang mengelola SDM dalam organisasi menyelenggarakan berbagai fungsinya dengan baik.
Penyelenggaraan Kegiatan Operasional
Penyelenggaraan kegiatan operasional merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan proses manajerial dan bahkan merupakan tes apakah sebuah organisasi berjalan di atas “rel” yang benar atau tidak. Hal ini dikarenakan manajemen bersifat situasional dimana penerapan prinsip-prinsip manajemen harus diterapkan secara universal dengan memperhitungkan faktor situasi, kondisi, ruang dan waktu.Manajemen juga berorientasi pada hasil optimal dari segi produk, efisiensi dan efektivitas kerja.Sehingga penyelenggaraan kegiatan operasional yang baik dan tepat hanya akan terwujud bila didukung dengan berbagai informasi yang tepat pula.
Pengawasan
Pengawasandiperlukan atas pertimbangan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan operasional memungkinkan terjadi kesalahan yang berarti dapat berakibat pada tidak terwujudnya tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang diharapkan. Oleh karena itu, kegiatan pengawasan jelas memerlukan sekaligus menghasilkan informasi tentang penyelenggaraan berbagai kegiatan operasionalyang sedang terjadi.
Penilaian
Seperti halnya dalam pengawasan, informasi dalam proses penilaian juga sangat dibutuhkan. Informasi ini dapat diperoleh melalau berbagai wawancara, penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak lain yang dianggap mengetahui pengetahuan mendalam tentang seluruh proses manajerial, dan teknik-teknik lainnya yang dipandang perlu dan tepat digunakan.
Sistem Umpan Balik
Semua informasi yang diperoleh—terutama dari hasil penilaian—diumpanbalikkan kepada berbagai pihak yang berkaitan dengan manajerial organisasi, termasuk kepada para pemodal, pemilik saham, manajemen puncak, para pimpinan satuan usaha, dan lainnya. Hal ini penting dilakukan supaya manajerial organisasi yang bersangkutan tetap menghasilkan efektivitas, efisiensi serta produktivitas yang tinggi sehingga tujuan awal organisasi dapat terwujud secara maksimal.
5. Manfaat dari Informasi yang Dihasilkan Sistem Informasi
Manajemen
1.
Mendukung Operasi Bisnis .
Mulai dari akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan,
sistem informasi menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi/kegiatan
bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka
kemampuan Sistem Informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan
informasi keberbagai fungsi bisnis menjadi kritis/penting.
2.
Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi dapat mengkombinasikan informasi untuk membantu
manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama
dapat membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk
mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu
para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih
bermakna.
3.
Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran
strategis perusahaan dapat men-ciptakan keunggulan
bersaing di pasar. Penjelasan lebih mendalam mengenai fungsi utama sistem
informasi dalam suatu organisasi akan dijelaskan pada bagian klasifikasi sistem
informasi di bawah ini: Klasifikasi Sistem Informasi Pada prakteknya, berbagai
peranan tersebut diintegrasi menjadi suatu gabungan atau fungsi-silang
(cross-functional) sistem informasi yang menjalankan berbagai fungsi, lebih
jelasnya diperlihatkan pada gambar 1 berikut.
6. Pengetahuan Yang Didapat Sistem Informasi Manajemen
Ada
dua dimensi dalam pengetahuan tacit, yaitu:
1. Dimensi
Teknis (prosedural).
Ini meliputi segala hal informal dan ketrampilan yang sering
diberi istilah know-how.
2.
Dimensi Teori:Terdiri dari model kepercayaan, persepsi, ideal,
nilai-nilai, mental yang mengakar dalam diri kita begitu saja. Meskipun
mereka tidak bisa dilafalkan dengan mudah, dimensi ini membentuk cara kita
merasakan dunia sekitar.
InternalisasiTerakhir,
internalisasi pengetahuan baru merupakan konversi dari pengetahuan eksplisit ke
dalam pengetahuan tacit organisasi . Individu harus
mengidentifikasi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhannya di dalam
pengelolaan pengetahuan tersebut . Dalam prakteknya, internalisasi dapat
dilakukan dalam dua dimensi . Pertama, penerapan pengetahuan eksplisit dalam
tindakan dan praktek langsung .
Contoh melalui program pelatihan . Kedua, penguasaanpengetahuan eksplisit
melalui simulasi, eksperimen, atau belajar sambil bekerja.Pada dasarnya Manajemen
Pengetahuan (MP) atau Knowledge Management (KM)
adalah kegiatan yang mengkaitkan antara belajar, perubahan dan inovasi . Secara
teknis Manajemen Pengetahuan muncul karena dorongan teknologi yang memungkinkan
orang merekam dalam bentuk teks, tulisan, gambar dan sebagainya .
Tapi akarnya tidak hanya teknologi, MP muncul karena orang mau mengaitkan
antara inovasi dikelompok manusia, baik yang komersial dan non komersial dengan
pengetahuan. Bagaimana menyimpan apa yang sudah kita ketahui merupakan konsep
yang sudah lama ada, sejak manusia mulai bisa mendokumentasikan sesuatu. Tetapi
MP saat ini merupakan konsep gabungan dari teknologi, yang ingin merekam segala
hal, ditambah keinginan untuk menggabungkan perubahan antara belajar, perubahan
dan inovasi.Ketiga hal itu yaitu belajar, perubahan dan inovasi merupakan
sesuatu ada disegala bidang baik komersial maupun sosial.
Manajemen
Pengetahuan dilaksanakan dalam sistem pengelolaan pengetahuan, atau Knowledge
Management System (KMS) .Sebagian besar organisasi yang menerapkan
KMS, menggunakan pendekatan tigacabang untuk mengelola pengetahuannya, yaitu –
Manusia (People), Proses (Process), dan Teknologi (Technology)
. Penekanan terhadap tiap-tiap elemen bisa berbeda di setiap bagian organisasi
.Berdasarkan model pendekatan di atas, peneliti akan memberikan batasan
dari knowledge management sebagai berikut :
Karl-Eric Sveiby mengidentifikasi manajemen pengetahuan dengan dua aktivitas yaitu:
1) Manajemen Informasi, dimana
pengetahuan dipandang sebagai obyek yang dapat diidentifikasi dan
ditangani dengan sistem informasi. Aktivitas ini membutuhkan teknologi
informasi dalam pelaksanaannya.
2) Manajemen Manusia, dimana
pengetahuan dipandang sebagai proses, struktur
kompleksketerampilan yang dinamis, pengetahuan tentang bagaimana
cara, dan lainnya yang berubah secara konstan.

